Investasi Tabungan Pendidikan Anak

Investasi Untuk Mempersiapkan Tabungan Pendidikan Anak

Menurut artikel Kompas.com kenaikan biaya pendidikan bisa mencapai 10% sampai 15% per tahunnya. Kenaikan ini bahkan jauh melebihi laju rata-rata inflasi per tahunnya. Melihat fakta ini, sangat penting bagi para orang tua atau anak-anak muda yang berencana menikah untuk mempersiapkan tabungan pendidikan anak sejak dini.

Banyak masyarakat Indonesia yang masih mengandalkan tabungan ataupun deposito untuk mempersiapkan tabungan pendidikan anak. Tetapi pertanyaannya apakah ini cara yang tepat? Jika kita melihat laju inflasi rata-rata per tahun di Indonesia yang berkisar antara 3%-4% per tahun dan juga rendahnya imbal hasil tabungan (1%-2% per tahun) serta deposito (5%-6% per tahun), maka cara ini belum tentu tepat.

Investasi Dapat Membantu Mempersiapkan Tabungan Pendidikan Anak

Agar tabungan kita dapat keep up dengan laju kenaikan biaya pendidikan anak, maka tidak ada cara lain selain melakukan investasi. Dengan berinvestasi, kita berpotensi mendapatkan imbal hasil 10%-20% per tahunnya, jauh lebih besar daripada hanya sekedar menabung di deposito.

Investasi pun ada berbagai macamnya, calon investor dapat memilih sesuai dengan preferensi tingkat risiko yang ingin diambil. Yang perlu diingat adalah besarnya imbal hasil akan sebanding dengan besarnya risiko (high risk, high return).

Karena belum banyak masyarakat Indonesia yang berinvestasi, timbul rasa takut akan risiko investasi. Investor pemula dapat mencoba beberapa jenis investasi aman yang sudah umum diketahui. Beberapa jenis investasi serta imbal hasilnya dapat dilihat di tabel di bawah ini.

Jenis Investasi Potensi Imbal Hasil/Tahun
Deposito 6%-7%
Obligasi 7%-9%
Emas 6%-7%
Reksadana 5%-20%
Properti 7%-14%
P2P Lending 11.75%-30%

Dengan laju kenaikan biaya pendidikan anak yang bisa mencapai 15%, maka investasi Reksadana dan P2P Lending dapat menjadi pilihan yang baik.

Di antara kedua pilihan tersebut, investasi P2P Lending merupakan jenis investasi yang lebih baru dan sedang berkembang pesat di Indonesia. Investasi P2P Lending juga merupakan jenis investasi yang mudah dipahami karena hanya menggunakan konsep pinjam-meminjam. Investor meminjamkan uang kepada Borrower dan Borrower akan mengembalikan pinjaman setelah periode waktu tertentu beserta bunganya. Bunga pinjaman ini yang menjadi imbal hasil investor.

Sebagai investor pemula, jangan lupa memilih investasi P2P Lending yang memiliki agunan. Agunan ini berguna sebagai jaminan pengembalian dana apabila Borrower tidak bisa mengembalikan dana pinjaman. Dengan adanya agunan, maka risiko investasi dapat diperkecil. Salah satu platform P2P Lending yang menawarkan agunan di setiap peluang investasi pinjaman adalah Akseleran. Agunan dipasang di lebih dari 98% nilai pinjaman di Akseleran.

Semakin cepat kamu mulai, semakin besar dana yang dapat digunakan sebagai tabungan pendidikan anak nantinya. Sebagai contoh, apabila kamu berencana menikah tahun ini, dan ingin mempersiapkan tabungan pendidikan selama 18 tahun (untuk anak masuk kuliah), kamu bisa mulai dengan berinvestasi Rp. 1 Juta per bulan. Dengan rata-rata imbal hasil 18% per tahun di P2P Lending Akseleran, maka nilai investasi kamu setelah 18 tahun akan senilai Rp 1,6 Milyar (apabila tidak diinvestasikan hanya akan bernilai Rp. 216 Juta).

Yuk coba mulai investasi sekarang dan persiapkan tabungan pendidikan anak sejak dini. Di Akseleran bisa mulai dari Rp. 100,000 saja!

sumber:

Investasi Untuk Mempersiapkan Tabungan Pendidikan Anak

Author: BelajarFinansial

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *